Dear Lelaki...
Mungkin kamu mengharapkan seorang istri yang semisal Khadijah; keibuan lagi shalehah.
Barangkali kamu menginginkan seorang pendamping yang seperti Aisyah; muda lagi cerdas.
Pun mungkin saja, kamu memimpikan pasangan hidup seperti Zulaikha; cantik lagi kaya.
Akan tetapi,
Tolong jawab pertanyaan ini baik-baik.
Khadijah itu bukanlah perempuan muda.
Apakah kamu sanggup seperti Rasulullah, menerima istri yang lima belas tahun lebih tua dari beliau?
Aisyah itu pencemburu berat, pernah banting piring di depan para tamu.
Sungguh apakah kamu bisa sesabar Rasulullah yang menanggapi kemarahan istrinya dengan senyum kasih sayang?
Begitupun Zulaikha, Ia memiliki masa lalu yang bisa dibilang buruk. Pernah menggodai lelaki tampan tanpa rasa malu.
Mampukah kamu sebijak Yusuf yang memaafkan bahkan menerimanya dengan ketulusan?
Ya.
Jika istri para Rasul yang amat shalehah saja mempunyai kekurangan, maka apalagi perempuan di zaman sekarang bukan?
Jadi, saat kamu dengan lantang mengatakan, 'SAYA TERIMA NIKAHNYA', saat itulah seharusnya kamu siap menerima semuanya.
Menerima masa lalunya, seburuk apapun itu. Menerima kekurangannya, sejelek apapun itu.
Menerima apapun yang ada pada istrimu dengan tetap memposisikan diri sebagai imam; selalu membimbing dan menuntunnya menjadi lebih baik.
Pada intinya, sebagaimana kamu pun tidak sempurna, jangan pernah menuntut kesempurnaan pada pasanganmu.
Cintai dia tanpa tapi
dan,
sayangi dia dengan hati.
-Aby A. Izzuddin-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar