Syaikh Abdul Qadir Jailani menjelaskan bahwa ketentuan ujian dari Allah itu :
Terkadang sebagai bentuk hukuman dan balasan perbuatan dosa dan maksiat.
Terkadang sebagai bentuk penghapus dan pengampunan dosa.
Terkadang sebagai bentuk pengangkatan derajat dan kedudukan agar sama dengan orang shaleh terdahulu.
Ciri ujian sebagai bentuk balasan dan hukuman adalah tidak adanya kesabaran tatkala ujian itu datang, gelisah, dan mengeluh kepada Allah.
Ciri ujian sebagai bentuk penghapus dan pengampunan dosa adalah adanya sikap kesabaran total, tanpa adanya keluhan.
Ciri ujian sebagai bentuk pengangkatan derajat adalah adanya keridhoan, ketenangan jiwa, dan ketentraman atas perbuatan Tuhan bumi dan langit.
Ternyata ujian dari Allah itu bisa terlihat dari bagaimana reaksi kita ketika menyikapinya. Jika kita sudah mengetahui hal ini, maka jika ada ujian yang menimpa kita, kita akan berusaha kuat agar hati kita sabar dan ridha.
Kita akan mendekat kepada-Nya, memohon ampun, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan kita.
Akhirnya, ujian yang awalnya kita pikir seperti hal yang buruk akan menjadi sesuatu yang bernilai kebaikan sekaligus mengangkat derajat kita.
Dikutip dari buku "Indahnya Pertolongan Allah" karya Arif Rahman Lubis.
21.09 (07/11/20)