Gimana sih caranya menjemput malam Lailatul
Qadar???
Kamu Kepooo???? Yukkk check it out......
Seorang mukmin
yang sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya pasti sangat merindukan Lailatul
Qadar karena malam itu teramat istimewa, malam dengan kadar lebih baik dari
1000 bulan, atau 83 tahun 3 bulan, khoirun min alfi syahrin; malam turunnya
para Malaikat dengan dipimpin langsung oleh Malaikat Jibril atas izin-Nya,
tanazzalul Malaaikatu warruuhu; malam penuh kedamaian hingga terbit fajar,
salaamun hiya hatta mathla’il fajri.
Malam ini
sungguh tidak ternafikan sebagai malam yang sangat terasa nikmat. Apalagi jika
menikmatinya dengan beriktikaf di masjid. Tercecaplah puncak kedekatan diri dengan
Allah, sehingga air mata pun tidak terbendung lagi. Surat Al-Qadar [97] turun
karena menunjukkan keistimewaan malam yang terjadinya pada Asyrul Awaakhir, 10
akhir Ramadhan ini.
Adapun untuk
mengenali malam indah ini, Rasul SAW bersabda, “ Malam Lailatul Qadar bersih,
tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan padanya, tidak hujan, tidak ada angin,
tidak bersinar bintang dan daripada alamat siangnya terbit matahari dan tiada
cahaya padanya (suram).” (H.R Muslim)
Berikut ini
kiat untuk menjemputnya :
Pertama,
benar-benar bersemangat untuk meraihnya diawali dengan meluruskan niat semata
iingin ridha Allah SWT. “Barang siapa melaksanakan ibadah pada malam Lailatul
Qadar dengan didasari keimanan dan harapan untuk mendapatkan keridhaan Allah,
maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.” (H.R Bukhari Muslim)
Kedua,
bermujahadah dalam ibadah. Sungguh, Rasul tercinta pada 10 hari terakhir dari
bulan Ramadhan, lebih bermujahadah melebihi kesungguhan beliau di waktu
lainnya. (H.R Muslim). Seperti berpuasa dengan tanpa maksiat, membaca Al-Qur’an
dengan pemahaman dan penghayatan dan menunaikan shalat Tarawih tanpa putus
dengan tumaninah.
Ketiga,
melaksanakan kewajiban Syariat Allah, seperti zakat maal bagi hartawan, jika
wanita taatlah dengan berjilbab.
Keempat,
beriktikaf di masjid, Abu Said menceritakan tentang iktikaf Rasulullsh di msjid
ysng ketika itu berlantaikan tanah dsn tergenang air. “Aku melihat pada kening Rasulullah
ada bekas lumpur pada pagi hari Ramadhan.” (H.R Muslim)
Kelima,
dengan selalu terjaga dalam kekhusyukan ibadah, tidak banyak tidur dan ngobrol.
Justru memburai air mata yang mengalir tak terbendung karena rindu perjumpaan
dengan-Nya, takut murka-Nya dan karena merasa banyak dosa.
Keenam,
berazam dan bersumpah untuk taubatan nashuha; tidak kembali maksiat dan tidak
akan menzalimi dan menyakiti siapapun lagi.
Ketujuh,
wajib minta maaf kepada siapa pun termasuk kepada keluarga atau sahabat yang
pernah ia sakiti. Karena jika tidak, akan menjadi hijab (penghalang) bagi doa
dan ibadahnya.
Kedelapan,
tiada waktu berlalu sia-sia kecuali banyak berdzikir, istighfar, shalawat,
wudhu terjaga dan kesenangan bersedekah.
Kesembilan,
berdoalah sungguh-sungguh, yakin penuh harap.
“Wahai
Rasulullah, “tanya Aisyah, “Bagaimana menurutmu andai aku mendapatkan Lailatul
Qadar? Doa apa saja yang harus aku baca?” Beliau bersabda, “Ucapkanlah, Ya
Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Mulia, dan Engkau menyukai
ampunan. Maka ampunilah Aku.” (H.R Tirmidzi)
Allahu Akbar,
akankah kita yang meraihnya? Kepastiannya hanya milik Allah. Tapi, teruslah
meniti jalan ketaatan kepada-Nya. Karena boleh jadi kita adalah di antaranya. Jika
setelah malam indah itu berlalu kita adalah yang semakin kuat akidahnya,
semakin rajin dan menikmati ibadahnya, akhlak yang semakin mulia.
Dalam
halihyaaus sunnah (menghidupkan amal sunnah) kita semakin bersemangat, kepada
keluarga dan umat manusia selalu berkasih sayang, ketakwaan kita semakin tampak
dan dirasakan oleh diri, keluarga dan sahabat kita, dan air mata kita mudah
meleleh karena liqoouhu, kerinduan berjumpa dengan-Nya. Jika ya, boleh jadi
kita adalah yang telah berhasil meraihnya.
Allahumma ya
Allah, ampunilah seluruh dosa kami dari mulai akil baligh hingga waktu Engkau
wafatkan kami, terimalah amal ibadah kami, tobat kami, berkahi sisa-sisa umur
kami dalam aktivitas Syariat dan Sunnah Nabi-Mu, berilah pada kami keistimewaan
Lailatul Qadar, dan wafatkan kami semua dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin.
[]
Oleh
: K.H Arifin Ilham
Info :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar